Keterblakangan

ini adalah ceritaku yang nyata,

aku dilahirkan di kota besar,namun aku dibesarkan di desa,.

sekitar usiaku menginjak 4 tahun aku pindah bersama orangtuaku, keluargaku pindah akibat Bapakku dicalonkan

menjadi kepala Desa disana sebut saja dia dengan Din,padal saat itu Din memiliki perusaan yang lumayan berhasil di kota jakarta,namun karena pencalonaan itu dia harus menutup usahanya, memeng si usahanya hanya Besitua namun iaa lumayaan,

Din tadinya tidak mau menjadi kepala Desa,karena jabatan itu bukan usaha menghasilkan uang dan terikat  desa,

tapi Din jadi kepala Desa juga akibat orang Tuanya mengancam, ancamanya seperti ini “ia sia hayang diredoi ku kolot sia kudu nurut ayena” itu bahasa sundanya yang artinya “klo kmamu mw diridoi orangtua kamu patuhi poroang tua sekarang juga”

yang pada akirnya mau tidak amu din menurut orang tua dan diapun jadi seorang kepala Desa di desa terpencil di wilayah bogor barat,

awal awal jabatanya 1 atau 2 tahun dia Dilema atas kondisinya yang berubah derastis, dari yang bebas tak terikat dah hidup di kota besar sekarang hidup di kondisi terikat dan pedalaman, menuju ke kecamatan saja susah karna tiada jalan,,

pada saat itu dia mulai menggerti dia harus berbuat apa untuk desanya,

saat-saat dia mulai mengajukan proyek2 pambangunan dia banyak mengalami kendala, karena desa nya termasuk DESA TERTINGGAL, dia tidak mau tau desanya itu rus dibangun yang akirnya dia berdebat dengan paejabat2 tinggi yang mengatur pembagiab pembagunan di daerah bogor,

“itu tu desa tertinggal” dan jawab dia “bukan desa tertinggal tapi desa yang ditinggalkan” nah.. dari situ para pemegang  pembagian pembangunan dxesa itu mulai dibangun, dan desa itupun memiliki jalan raya yang memeudahkan warga masyaraktnya membangun ekonomi,

Priode pertama menjadi kepaladesa itu 8 tahun pun selasai dan diapun memnginginkan balik lagi ke kota jakarta namun warga masyarakat nya mengdatangi dia agar dia menjadi kepala desanya,

dan dia pun bertanya pada anaknya iaa itu aku” Nda,menurut nda bpk nyalon lg gk?”

jawadku nyalon aja, klo mng jadi iaa terusiin klo gk jg gk papa, lagin wilda pangen skolah di jkarta,

ternyata priode keduapun dia jadi selama 5 tahun,,

aku sebagai anak bener2 ngiri karena dia tu mikiriinya masyarakaaatnya ajaaa,, anaknya sendiri kaga,sebelkan,

dan sekaraang diapun selesai menjadi kepaladesa aku sanggat kagum atasnya, kareena aku suka menggompori dan menyuruhnya untuk  korupsi tapi dia kaga mau mulu bete, padahal jadi kepala desa 1\2th pun pasti dah punya rumah,mobil ni mah engga, jadi kepaladesa selamaa gitu kaga ada apa apanya,,

tapi saekarang aku tau menggapa dia tidak mau memberikan anaknya makan uang haram kepadaku, walaupun makan seadaanya, malah gak makan,,

aku sangat bersyukur aku memiliki orang tua yang hebat.. dan ibu yang hebat mengikuti jalan bapakku ,,

ceritanya c masi banyak tapi aku dah keburu pegel..hehehehe

kapan2 lanjut dah ceritanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s